Leave a comment

Genetika dari DNA hingga Domba Dolly

Ditteaux

    Seekor hewan aneh terperangkap di Montana, tapi tak seorang pun tahu pasti hewan jenis apakah dia. Seorang ratu yg telah alma hilang ditemukan kembali. Kloning, gagasan yg dulu dianggap fiksi, menjadi kenyataan. Rahasia kehidupan terungkap dg pesat di laboratorium dan pusat penelitian di sleuruh dunia. Para ahli genetika menggunakan DNA utk memecahkan misteri kuno, memberantas polusi, menyelidiki kejahatan, menyelamatkan spesies terancam punah, memberi makan org yg kelaparan, menyembuhkan penyakit, dan mempelajari penuaan.
    Dalam buku ini, penulis Kathleen Simpson memperkenalkan org2 yg dg imajinasi dan keahliannya sdg mengukir sejarah selagi mereka meraba masa depan. Pekerjaan mereka makin berpengaruh dlm kehidupan sehari-hari kita, dari hewan peliharaan rancangan di toko hewan peliharaan sampai makanan yg kita beli di pasar swalayan. Segala kemajuan ilmu genetika sudah dan akan terus mengubah hidup kita.

demikian isi pembukaan majalah/buku National Geographic Edisi Genetika *asli copas

    ok, sekarang sy akan share isinya yg berkaitan dg foto yg sya jadikan pict di tulisan ini. yaitu “Genetika dan Kloning-Ditteaux, kucing liar Afrika”

    Ditteaux (dibaca Ditto) tampak sangat mirip dg kucing rumah biasa. Rambutnya abu2 dg belang hitam melingkar di punggung, sdgkan perutnya berambut halus putih. Ditteaux mungkin tampak jinak, namun dia sebenarnya kucing liar Afrika yg terancam punah. Dia hidup di Audubon Center for Research of Endangered Species.

Ditteaux jg merupakan klon. Artinya Ditteaux merupakan salinan genetis ayahnya, seekor kucing liar Afrika yg bernama Jazz. Para ilmuwan di pusat penelitian berpikir bhw kloning dpt menjadi alat yg sgt berguna utk menyelamatkan sebagian spesies yg terancam punah.

Bagaimana kloning bekerja ?

    Beginilah cara Ditteaux terbentuk. Mula2 diambil DNA dari sel JAzz, kucing liar Afrika yg lahir di Audubon Center. Kemudian diambil sel telur kucing rumah betina. DNA dlm sel telur diganti dg DNA JAzz. Kemudian sel itu diberi kejutan listrik shg DNA-nya terikat dan sel membelah, sampai akhirnya menjadi embrio. Selanjutnya, embrio tsb dikembalikan ke dlm tubuh kucing rumah betina, dan tumbuh menjadi anak kucing dg DNA kucing liar Afrika.

Terlahir pd 2003, Ditteaux terlihat sehat dan berperilaku selayaknya kucing liar Afrika. Hebatnya lagi, Ditteaux tlh menghasilkan anak2 kucing dg induk betina yg jg klon (DNA-nya beda dg Ditteaux). Anak2 kucing itu bukan klon, melainkan hasil pembuahan alami.

    IMG-20130317-00191
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s