22 Comments

Tentang PerN***Han

Ehmmm… jujur nih sebenarnya agak ‘kaku’ juga ngomongin hal satu ini. tapi… sebenarnya bukan kaku juga, krn saya merasa biasa saja, santai, ketika tema ini yang diangkat saat terlibat pembicaraan dg teman2 ataupun rekan2 kerja. bahkan tema2 ini sepertinya paling banyak digandrungi terutama oleh kaum hawa (kaum adam juga gak kalah digandrungi ternyata *baru tahu). apalagi ada satu sahabat saya, yang ketika saya bertemu dengannya, tema yang tidak pernah ketinggalan, ya yg satu ini. Hadeeh…mungkin karena memang teman2 sepantaran saya sudah usia2 ke sana, jadi rata2 yang ada dipikiran selalu nempel ttg hal satu ini, sehingga selalu tidak ketinggalan dalam obrolan serius maupun sambil lalu, bahkan candaan.

    Yah kaku, bukan karena apa2, tapi hanya merasa masih aneh atau gimana gitu ketika mengangkatnya dalam sebuah tulisan… ada khawatir juga, terikut status2 galau yg kian marak sekarang (dari dulu kyknya… πŸ˜€ ).
    Tidak hanya itu, saya meyakini bahwa tulisan ataupun sikap2 kita baik itu positif maupun negatif, sedikit banyak akan mempengaruhi orang lain yang membaca ataupun yang mengetahuinya/menyaksikannya. oleh sebab itu, kebanyakan tulisan saya, di sosial media selalu berusaha sedapat mungkin menghindari status2 galau ttg pernikahan/cinta-cintaan kpd lawan jenis. Termasuk di blog ini, postingan ttg tema ini seingat saya hanya 1, itupun sekedar mengucapkan doa utk sahabat. So, itu sebabnya tema di ataspun tidak lugas saya ketikkan… masih dengan kode bintang2 πŸ˜€ masih malu-malu..haha
    Yup, temanya Tentang Pernikahan.

Saya mendapat cerita dari seorang teman. Dalam sebuah forum parenting skill training…..

    Trainer : “Siapa bapak-bapak di sini yang belum pernah marah? Tlg angkat tangannya.”
    Tampak tidak ada satupun peserta yang mengangkat tangannya.
    Trainer : “Siapa bapak-bapak di sini yang belum pernah marah kepada anaknya? Angkat tangannya.” (trainer bertanya kepada peserta).
    Terlihat para peserta ada yang mengangkat tangannya. Sang trainer pun menghitungnya satu persatu.
    Trainer : “1, 3, 7, 10, …” Lumayan, tetapi tidak terlalu banyak

      “Sekarang saya tanya, siapa bapak-bapak di sini yang belum pernah marah kepada istrinya? angkat tangannya.”

Sang trainer pun mengedarkan pandangannya, sepertinya sama seperti pertanyaan no.1, tidak ada yg mengangkat tangannya.
Tapi tidak, ternyata ada satu peserta yang angkat tangan. Sang trainer pun langsung menghampiri.
Trainer : “Benar bapak tidak pernah marah kpd istri bapak ?”
Bapak : “Benar”, jawab si bapak sambil tersenyum. tampak si bapak memang orang yang murah senyum.
Trainer : “Waaah..hebat. Istrinya mana pak, ikut di sini juga?”
Bapak : “Ikut”.
Trainer : “Mana istrinya pak?”
Si bapak pun menunjuk tempat istrinya berada yang sebenarnya ada dalam ruangan itu juga. karena tempat duduknya terpisah anatara laki-laki & perempuan, maka si bapak pun duduknya berjauhan dengan istrinya. Sang trainer pun menghampiri istri si bapak, dan langsung bertanya.
Trainer : “Benar bu, bapak tidak pernah marah kpd ibu?”
Si Ibu : “Benar”.

    Wuah..!!! Sang trainer takjub, dan bertanya kembali utk meyakinkan benar-benar bahwa si bapak benar2 belum pernah marah kepada istrinya. ternyata jawabnnya sama, memang benar si bapak selama ini memang belum pernah marah kepadanya.
    Luar biasa! peserta pun dibuat takjub.

Sekedar info, usia pernikahan mereka saat ini 19 tahun, dan memiliki anak 3 atau 4 orang.

    Pada waktu dan tempat yang berbeda, terdengar percakapan sengit antara suami & istri…
    Istri : “Paak, tolong cucikan anak di kamar mandi, habis (maaf) pup.” (sambil sibuk mengetik HP)
    Sementara itu si anak berteriak-teriak di kamar mandi.
    Anak : “Buuuu…aku sudah selesaaai.” (sambil ribut terdengar suara gayung)
    sementara itu di ruang tamu tampak si suami sedang asik pula dengan HP nya.
    Istri : “Paaak….!!! Bapaaak…!! cepat anak dicucikan!!!”
    Beberapa lama kemudian, si suami pun beranjak menuju dapur. Namun sudah keduluan si istri.
    Istri : “Huh, lambatnya!!!” (menuju kamar mandi & mencuci si anak sambil mengomel sangat kesal).

    Potret cuplikan dua keluarga di atas adalah dua kondisi yang bertolak belakang.

    Menurut Ust.Cahyadi Takariawan, seorang yg aktif menjadi pembicara dlm berbagai seminar terutama ttg dunia perempuan dan keluarga hampir di seluruh kota besar di Indonesia, Pernikahan itu Mempertemukan Kepentingan-kepentingan

    Menikah adalah peristiwa fitrah, fiqhiyah, dakwah, tarbiyah, sosial, dan budaya. Disebut sebagai peristiwa fitrah karena pernikahan adalah salah satu sarana utk mengekspresikan sifat2 dasar kemanusiaan. Fitrah setiap manusia adalah mempunyai kecenderungan thd lawan jenis dan Allah SWT, telah menciptakan rasa keindahan tsb dlm hati setiap laki-laki dan perempuan.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kpd apa-apa yang diingini, yaitu wnaita-wanita…(Ali Imran: 14)

    Sesunggunya Islam adalah agama fitrah yang tidak pernah membunuh fitrah kemanusiaan. Bahwa laki-laki mempunyai kecenderungan dan ketertarikan kpd wanita, dan sebaliknya, wanita memilki kecenderungan kpd laki-laki, adalah bagian dari fitrah yg tak diingkari dlm Islam. Untuk itulah, Islam tdk pernah membunuh perasaan seperti ini, tetapi menyalurkannya sesuai dg syariat yg suci. Islam membuat rambu-rambu agar tak dilanggar dg patokan2 yg jelas. (bersambung)

Advertisements

22 comments on “Tentang PerN***Han

  1. in progress yah Mbak ay…^^

  2. menyimak dengan seksama…..biar jd suami dan ayah yg bijak…:)

  3. Mau dapat undangan ini kayaknya

  4. Mungkin marahnya dipendam sekuat tenaga atau dikonversikan ke hal lain. Latihan boxing misalnya…

  5. wah, temanya sama dengan obrolan-obroan saat reuni kemarin πŸ˜€

  6. jadi merinding membaca kisah si suami yang tidak pernah marah selama 19 tahun..
    ah semoga kelak juga bisa begitu πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s