11 Comments

Harishun ‘ala Waqtihi

    Sedikit kilasan: Jam 7 pagi berangkat kerja, sore selesai kerja bukannya pulang ke rumah, justru pulangnya ke ‘markas dakwah’. Malamnya liqo/mengisi liqo, setelah itu tidak langsung pulang melainkan lanjut rapat sampai jam 2 dini hari. Setelah itu baru pulang ke rumahnya. Sampai di rumah tidur sebentar, jam 4 bangun qiyamul lail…..

    Begitu berharganya waktu dan sungguh begitu banyak pekerjaan daripada waktu yang tersedia.
    Begitu indahnya jika setiap waktu yang ada benar-benar efektif, benar-benar digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Bukankah setiap apa yang kita lakukan akan diminta pertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah?

“Mata uang paling berharga di dunia adalah waktu. Tidak seorang pun dapat membeli waktu yang sudah terpakai.”

Advertisements

11 comments on “Harishun ‘ala Waqtihi

  1. Waktu ada untuk dimanfaatkan. 😐

  2. akhwat rapat sampai jam 2 dini hari?

  3. waktu adalah uang…tapi klo ga punya uang ga bisa liat waktu hehehe

  4. kok jamnya jadi kayak amoeba gitu mbak?
    😀

    • filosofinya: seandainya waktu bisa ditempa sesuai keinginan, bisa disetting atau ada seperti mesin pengulang waktu…. waktu tidak kaku, lembek seperti amuba…tapi kenyataannya tidak bisa. yg ada kita harus menjadi org yg menghargai waktu. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s