8 Comments

menunggu


pernah dengar lagu ‘aishiteru’ yg dibawakan oleh zhifilia?
suatu ketika saat saya sedang berada di mall terdengar suara musik yang diputar… sesaat membuat saya mengingat-ingat rasanya pernah dengar lagu ini, di mana ya?

aha…saya ingat! di sana… (gak penting di mana.. hehe…).

    kalau belum tahu…ini saya cantumin sedikit syairnya :
    Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
    saat ku harus bersabar dan trus bersabar
    menantikan kehadiran dirimu
    entah sampai kapan aku harus menunggu
    sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani
    hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
    kadang kuberpikir cari penggantimu
    saat kau jauh disana


    hmm..kasihan ya…sepertinya menceritakan seseorang yang sedang menunggu dalam ketidakpastian….

    but, sekarang saya bukan ingin menuliskan apa dan bagaimana lagu aishiteru ini…tapi kata pertamanya dlm syair ini nih yang mau saya tuliskan…
    yup, “menunggu

menunggu, adalah aktivitas yg paling saya tidak suka. menunggu apapun itu saya sangat tidak suka. menunggu orang datang, menunggu suatu hasil, menunggu saat antri, menunggu jawaban, menunggu utk rapat, dan menunggu-menunggu yang lain…

tapi hari ini saya betul2 menunggu, menunggu yg sangat konyol… hufftt..

    hari ini saya mendapat tugas untuk membayar tagihan istrik dan air rumah…
    ok, di benak saya pun sudah membuat rencana rute jalan yang akan dilalui..
    karena letak kantor pembayaran listrik lebih dekat jaraknya dg kantor saya, maka dimulailah target pertama adalah bayar listrik.
    misi pertama berjalan sukses. kemudian, meluncurlah saya menuju kantor pembayaran air.

    sampai di jalan gajah mada, beloklah saya masuk ke dalam kantor. tidak seperti biasanya, hari ini sistem antrinya tdk pakai nomor, dan petugasnya yang biasanya sampai 4 orang hari ini hanya 1 orang saja. mungkin karena bangunan kantornya sedang dalam perbaikan pikir saya, karena saat itu ada ruangan yang disekat dinding, juga sistem operasional pembayarannya sepertinya sedang rusak karena nomor-nomor antrian yang biasanya menyala bak traffic light hari ini benar-benar mati.jadilah saya harus extra sabar menunggu sampai sekitar 25 orang yang lebih dulu mengantri utk dipanggil petugas.

sekitar 45 menit saya menunggu, akhirnya dipanggil juga. dan tahukah apa yang terjadi?

    saat saya menghampiri petugasnya, si petugas berkata “ini rekeningnya rekening air mba, bukan listrik”, sambil menunjukkan secarik kertas punya saya yang dari tadi saya letakkan di keranjang antrian.
    jreng..jreng..
    olala..
    ups…
    hufft…
    saya baru ingat setelah segitu lamanya saya berada di kantor itu yang tidak lain adalah kantor PLN pusat, bahwa barusan sebelumnya saya sudah bayar listrik, di kantor cabang dekat kantor saya. dan harusnya target saya selanjutnya adalah kantor pembayaran air, bukan tempat ini.

akhirnya, dengan senyum apes saya langsung cabut dari tempat itu…
ckckck..benar-benar tdk habis pikir, kenapa saya bisa belok ke tempat ini tadi. memang, jalan saya menuju kantor pembayaran air melewati kantor PLN pusat. tapi benar-benar, kok bisa ya..benar-benar apes…

    ngantri sekian lama, ternyata salah tempat…
Advertisements

8 comments on “menunggu

  1. ha.makanya jangan mikir yg lain kalo lagi naik motor,tenanglah mslh taqdir udah ada yg ngatur..he…

  2. berarti score nya 1-0 dengan petugas PLN…

  3. wih sampe hafal lagunya zivilia…

    kan memang pekerjaan paling membosankan adalah menunggu ^_^

  4. Menunggu…
    Latihan sabar. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s