14 Comments

Terima Kasihku Tak-kan Pernah Terhenti

Akhir-akhir ini saya sering sekali mendengar sebuah lagu diputar di salah satu komputer tempat saya bekerja. Cuek, oh…salah satu lagu di album Catatan Harian Baim mungkin, pikir saya.

  • Lama-lama, bukan hanya satu komputer itu saja yang memutarnya, kebiasaan baru ini rupanya menular ke rekan kerja yang lain. Masing-masing meja memutar lagu ini. Karena tidak terlalu memperhatikan, saya juga tidak tahu apa yang ‘dibicarakan’ dalam lagu itu. Parahnya, hari-hari kemudian, banyak rekan kerja yang secara tidak sadar menyenandungkan lagu itu. ada yang dengan syairnya yang tidak lengkap ada pula yang hanya dengan gumaman…. yang penting bersenandung πŸ™‚
  • Sampai suatu hari, keponakan saya yang kelas 1 SD bersenandung tidak jelas, namun dengan lirik yang tidak asing bagi saya.

  • Hmmm…lagunya Baim ya? tebak saya.
  • Bukan…Farhan..jawabnya.

  • Masa”??? Baim kan? Tanya saya lagi, tidak percaya, dan yakin kalau keponakan saya yang salah.

  • Farhan! jawabnya lagi, sambil terus bersenandung, dengan syair yang terdengar asal-asalan.

  • Farhan??? Seingat saya tidak ada penyanyi yang namanya Farhan
  • Sampai kemudian di kantor, saya penasaran, lagu apa sih sebenarnya. Saya tanya dengan rekan kerja.
    Ternyata, oh ternyata…memang lagunya Farhan, duet dengan Haddad Alwi.

  • Penasaran, saya segera minta file dan memutar lagunya sambil search di mbah google syairnya, apa sih maksud lagunya.
  • Subhanallah…..

  • bersinar kau bagai cahaya
    yang selalu beriku penerangan
    selembut sutra kasihmu ‘kan
    selalu rasa dalam suka dan duka

  • kaulah ibuku cinta kasihku
    terima kasihku takkan pernah terhenti
    kau bagai matahari yang selalu bersinar
    sinari hidupku dengan kehangatanmu
  • bagaikan embun kau sejukkan
    hati ini dengan kasih sayangmu
    betapa kau sangat berarti
    dan bagiku kau takkan pernah terganti

  • kaulah ibuku cinta kasihku
    pengorbananmu sungguh sangat berarti
  • Haddad Alwi feat. Farhan
    Pencipta : Babburayan Tarmizi

    Advertisements

    14 comments on “Terima Kasihku Tak-kan Pernah Terhenti

    1. assalamu’alaikum..

      ada award untuk penyemangat menulis.. silahkan di ambil..
      http://rangtalu.wordpress.com/2011/02/15/dua-award-lagi/

      semoga semakin produktif

    2. mbak ayya kerja dimana??lagunya ngingetin ke ummi yg jauh disana 😦

    3. farhan.. farhan.. bukan baim..

      komen ini di tulis sambil mendengarkan hasil download -nya..
      mantap..

    4. hee, langsung nyari d youtube ^^

    5. iyah bener…speechless saya klo dengernya…
      πŸ˜₯
      tapi btw ntu R15alaH H4T1 <– alay pisan euy hehehe

      • mmg risalah hati bro…bikin punya tekat di hati utk berusaha berbuat baik pd ortu… πŸ˜₯ hiks

        • maksudnya tulisannya sist yg alay…hehehe…waah klo itu sy jg suka sedih sist belum bisa berbuat baik sm ortu…ortu pgn apa blm bs diturutin pdhl dl klo kt minta pasti ortu turutin…

          • siip. smg kesempatan waktu yg diberi oleh-Nya qt gunakan sebaik-baiknya utk membalas jasa ke-2 ortu meski sebesar apapun upaya qt tak akan mampu ‘melunasi’ nya… mumpung qt dan ortu masih diberi umur. *aku terharu πŸ™‚

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s