4 Comments

Beri Ku Kesempatan

Tahun 2008, terbaring seorang wanita 45 tahun di lantai rumah sakit
tanpa kasur empuk hanya selembar alas untuk mengurangi sedikit dinginnya lantai keramik
Ia tetap setia di sana, hingga anaknya yang tengah terbaring di ranjang pasien dinyatakan boleh keluar
Ia terjaga saat sang anak terjaga
Ia sigap saat sang anak memerlukan sesuatu
Setiap waktu ia terus mendampingi sang buah hati yang berumur 22 tahun itu
Terlihat wajah pucat pasinya saat sang anak hendak dibawa ke ruang operasi
meski dengan susah hati ia menyembunyikannya
Nampak air matanya mengalir tanpa diiringi isakan tangis
Teringat padaku saat ia menangis mengetahui anaknya itu patah tulang akibat kecelakaan bermotor
Oh ibu…..sungguh kau tak perlu berlebihan seperti itu
ini hanya sakit dan operasi biasa

Ia orang pertama di sampingku saat ku tersadar pertama setelah obat bius berhenti bekerja
Ia orang yang sangat khawatir saat ku mengerang kesakitan akibat efek operasi
Ia panik karena sungguh ia tak mengerti mengapa anaknya begitu nampak kesakitan
Lalu dipanggilkannya suster
Disuntikkan cairan ke dalam infusanku
Beberapa saat kemudian aku pun diam tenang
Sakit itu perlahan hilang

Aku tahu benar bagaimana rasanya tidur berhari-hari tanpa kasur
Seperti yang kurasakan saat mengikuti latihan kepemimpinan
Seluruh sendi rasanya remuk
Aku tahu benar bagaimana rasanya jika waktu tidur kurang
Mata terasa berat
Lalu ia masih saja terjaga begitu tiba di rumahnya
Ia mencucikan pakaianku dan pakaiannya yang menumpuk akibat ditinggal ke rumah sakit
Ia menguruskan segala keperluanku
Kemudian ia pula mengasuhkan seorang keponakanku yang saat itu masih berumur 1 tahun
Tangis pecah si bayi memenuhi ruangan
Membuat kepala siapa saja yang mendengarnya menjadi berat
Sesekali ia mengurut dada
Seluruh isi rumah menganggapnya hal yang biasa

Malam itu sekitar jam 12 malam
Kau sesak nafas yang sangat berat
Sebelumnya kau sesekali memang sudah mengeluhkan sakitmu itu
Kupaksakan bangun, sambil hati-hati membawa tanganku yang baru dioperasi dipasang pen

di perjalanan Rumah Sakit aku berusaha menenangkanmu
Ya Tuhan, sungguh aku tak kuasa membayangkan hal terburuk terjadi
Terdengar suara nafasmu tersengal seperti orang mendengkur
hingga sulit berkata-kata

dokter menyatakan engkau terkena serangan jantung
Ya Rabbi, seharusnya di tengah keluhan sakitnya ia beristirahat
Seharusnya ia tak boleh banyak pikiran

Kau pun terbaring lemah di ruang ICCU
Wajahmu nampak semakin putih
Tubuhmu kurus
Suaramu lemah

Kususuri lorong Rumah Sakit menuju mushalla Asy Syifa
Kupanjatkan doa untuk kesembuhanmu ibu…
Kutumpahkan semua di sana
Kukirimkan SMS ke semua nomor di phonebookku utk memohonkan doa

Aku melihat pasien-pasien lain di ruang yang sama
Ada yang baru masuk, ada yang belum sadar, ada yang sedang makan, ada pula yang sedang mengobrol
Innalillahi, satu hari kemudian, aku melihat sakaratul maut pasien yang kemarin aku lihat sedang makan
Dan akhirnya ia meninggal dunia

Dua hari kemudian, pasien yang tepat tempat tidurnya dihadapanmu juga menemui Pemiliknya
Rabbi, hanya Kuasa-Mu yang mampu menolong ibuku
Terlintas dalam pikiranku, kebaikan apa yang sudah aku berikan padanya
kosong…
justru keburukanlah yang nampak
Mengalir deras air mataku
Rabbi, beri hamba kesempatan untuk berbuat baik padanya

Hari itu, untuk pertama kalinya kamipun berlebaran idul adha di rumah sakit
Segala Puji BagiMu ya Allah, kondisinya semakin membaik
hingga akhirnya diperbolehkan pulang

~Untukmu Ibu, untuk segala kasih sayangmu, yang kami terlalu bodoh untuk mampu melihatnya~

Advertisements

4 comments on “Beri Ku Kesempatan

  1. RSI ya?
    Semoga ibu sehat selalu ya…
    Karena rasanya sedih banget bila ada anggota keluarga yang sakit, apalagi ibu kita…

  2. Jadi ingat ibu d rumah 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s