8 Comments

Referensi yang deskripsinya panjang.. wakks

_ Sesi lebay_

Lama bgt rasanya gak nulis…
Sering timbul inspirasi tapi lagi gak mood nulis.
Pengen nulis, tapi inspirasi gak nongol2.
Ada inspirasi plus mood, mikir2 di posting atau kagak, alhasil tulisannya hanya tersimpan di folder “revate” layar kacaku (emang tivi? hehe). revate?
Satu folder yg aku buat khusus menyimpan file2 ttg aku sendiri.
Weleh punya juga ternyata. Iyalah.
Nih cerita sejarahnya…
Dulunya aku punya buku diary yg aku tulis sebagaimana fungsi diary. Sampai suatu hari aku trauma menggunakannya, karena…
hiks…
karena diaryku dibaca sama saudaraku. Bisa dibayangkan dunk gmn perasaanku. Hancur luluh lantak berantakan berkeping-keping. Dan pastinya, malunya itu yg gak ketulungan.
Hoho..itu terjadi waktu zaman SMP. Setelah itu aku lamaa banget gak nulis2 diary.
Sampai akhirnya saat kuliah ada sahabatku yg kasih hadiah ultah (pakai dikirim via pak pos segala lagi) berupa diary. Akhirnya…aku punya diary lagi. Tapi rasa trauma masih ada, jadi aku juga gak banyak2 posting tulisan di diary.
Akhirnya saat aku berhasil punya layar kaca, aku mulai beralih posting. Alhasil, jadilah folder “revate”. Nama revate sendiri ada sejarahnya, berasal dari kata secret dan privacy. Tapi kok bisa jadi “revate” ? mm…persisnya…., setelah aku ingat2…., ternyata aku lupa….

Ok, sekarang aku mau menuliskan tentang aku.
Tentang aku kata beberapa orang.
(asli ni postingan iseng banget)

Curhatition nih ceritanya Ya?????
Hoho… just ingin melengkapi di about AYYA nanti. Mmg blm sekarang aku apdet about AYYA nya, tunggu ntar habis wisuda… (gak sabar wisudanya)

Hati2, klo naik motor jangan suka ngebut, walaupun ana ngerti anti mau jadi pembalap, afwan mudah2an jadi ibroh kejadian yang lalu, jangan mudah menyerah., pendapat si X.

Ana = saya
Anti = panggilan kamu utk perempuan.
Afwan = maaf

Hoho..senyum2 aja waktu baca ini (waktu itu pendapat ini ditulis di kertas, saat ada sesi saran kritik utk pengurus lembaga).
Senyum2 krn bukan hanya X yang bilang begitu… terbilang banyak.
Mengapa dibilang mudah-mudahan jadi ibroh kejadian yang lalu? karena sebelum ditulis di kertas itu, aku pernah kecelakaan, tepatnya akhir tahun 2008 lalu saat hendak menuju gedung student center unmul utk rapat.
Pendapat tadi ditulis saat sepetiga awal tahun 2009. Karena begitu bersemangatnya ingin menyampaikan apa yang ada di kepala dan mengejar waktu agar tidak terlambat, aku sedikit mengencangkan gas motor. Hmmm…sedikit saja sih sebenarnya, pelan menurutku, karena itu jauh lebih pelan dibanding yg biasanya.
Dan ternyata…. dari arah berlawanan ada motor mengarah padaku. Tabrakan pun tdk bisa dihindari, aku terlempar, dan sempat pingsan sekitar 3-5 menit.
Itu adalah pengalaman pertama aku pingsan.
Dan akhirnya kecelakaan itu membawaku di opname kurang lebih 5 hari di Rumah Sakit.
Sekali lagi ini pengalaman pertamaku, aku masuk Rumah Sakit.

Pengalaman ini cukup membuatku jera utk tidak mengebut lagi. Sekarang lebih anteng kalau mengendarai motor, meski sesekali masih…tapi sangaaat jarang. Kalau dulu ngebut jadi makanan sehari-hariku.

Lagian, kenapa sih pakai ngebut segala Ya? akhirnya rasakan sendiri, kecelakaan tuh!
Hmmm…gak tau knp aku gak sabar banget kalau ada kendaraan di depanku yang jalannya lambaat banget, pengennya mendahului aja dan segera sampai tujuan. Tapi kalaupun ada yang kendaraan yang kenceng juga jalannya, aku tetap kenceng juga bawanya. Entahlah, jadinya malah pengen balapan. Rasanya ada kepuasan tersendiri. Hoho…aneh (tak boleh ditiru).

Sekarang aku sadar juga akhirnya, mungkin ini salah satu hikmah dari skeian banyak himmah pada musibah kecelakaan yg menimpaku. Kalaupun aku bisa selamat dari kebut2anku, lalu bagaimana dg orang lain yg mungkin sangat terganggu dengan lajunya motorku atau salipanku. Bisa2 orang lain yg kecelakaan. Di sisi lain, kalau aku kecelakaan, yg kasihan bukan hanya aku (terbaring di RS), tapi juga keluargaku. Mereka harus merawat aku, membiayai pengobatan, plus nambah pikiran pula. >_<
Tau gak, ibuku yg tadinya marah2 begitu aku sampai di rumah setelah kecelakaan, tiba2 nangis. walah, aku jadi ikut2an nangis. Ketahuan deh, ternyata ibuku marah2 karena khawatir terhadap keadaanku. Saat itu aku pulang dg kondisi bahu kesakitan dan gak bisa digerakkan, meski keadaanku tdk jadi demam. Mungkin next time akan aku posting ceritanya.
Memang kesadaran terkadang muncul belakangan.. But aku tetap bersyukur bisa mengambil hikmah di balik musibah ini.
So, bagi yg suka ngebut, pesanku hati-hati ya, ingat orang lain. ingat pengguna jalan lain, ingat orang di rumah. Mereka menanti kehadiran kita.

Wah panjang juga ternyata ceritaku. Padahal baru satu pendapat dari si X. Belum nyambung ke judulnya pula. Next aja dilanjutkan, Insya Allah.

Advertisements

8 comments on “Referensi yang deskripsinya panjang.. wakks

  1. haaa…si aya teh aya2 wae…kangen eui balapan ma ayya,,hmmm kpn ya kira2?????

    • gak, gak ush lagi mur…tak baik utk kesehatan..lho??? *meski kdg kambuh, obat “stres”, hehe
      anti jg prnh masuk RS kn gara2 motor…ingat tho??? di perjalann ponpes Rahmatullah

  2. ahahaha, emang gak nyambung sama judulnya 😀
    anyway, dtunggu lanjutannya ^^d

    kapan2 ajarin naik motor ya 😀

  3. saya jg pernah buku diaryku di baca orang lain :mrgreen: setelah itu aku trauma untuk menulis ttg pribadi di buku.

    jangan ulangi lagi yak, kebut2an di jalan, merugikan banyak orang 😀

    salam persahabatan… 😀

  4. Berkunjung >_<

    Semangat buat mbak aYYA…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: